Tentang Luka

(1)
Sungguh.. Luka yang paling menyakitkan adalah luka tidak berdarah. Lukanya di hati. Perlahan-lahan menyeksa diri. Pada akhirnya ia bisa membarah; membunuh segala asa dan percaya. Lalu menghenyak segala kenangan, dan dia yang terluka akan bangun dan pergi membawa diri.

(2)
Sungguh.. Luka di hati terlalu pedih. Menghapus ceria di wajah. Solusinya, menerima dengan sepenuh hati. Mengerti bahawa hati berhak bahagia. Lalu dipeluk luka itu dan menerima sebagai salah satu bahagian dari hidupnya. Kelak, luka itu hanya sekadar luka dan tidak membinasa.

(3)
Ada orang bila terluka dia memilih untuk pergi. Buat apa menunggu dan merelakan hati untuk dilukai lagi. Di hadapan masih ada banyak episod hidup untuk dilalui. Siapa tahu bahagia sedang menanti dengan senyum untuk menerima kehadirannya.

Ada orang bila terluka dia memilih untuk bertahan. Bersabar dalam berharap. Dia yakin dengan pilihannya. Sedia memberi peluang. Luka itu menguatkan hatinya.

Biar apa pun pilihan yang dibuat, luka itu mengajar kita sesuatu. Tahu bagaimana rasanya terluka. Agar di kemudiannya kita sendiri akan memilih untuk tidak melukakan sesiapa pun kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.